Jukezilla - Nissan Juke Review All Variant. Otomotif. News Car, Prices Cars, Specifications Cars, Reviews Cars
Tampilkan postingan dengan label Tips Mobil Nissan Juke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Mobil Nissan Juke. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 April 2012
Tips Performance Nissan Juke - Pasang Susuk Performa untuk Nissan Juke, Tarikan Bawah Makin Mantap
Belum genap setahun, Nissan Juke Indonesia Association (NJIA) sudah makin menggeliat dan agresif dalam menjaring anggota baru. Begitu juga soal urusan mengoprek tunggangan andalan. Sebagian anggotanya yang rata-rata masih berusia belia merasa tenaga aslinya kurang.
Beberapa produk peningkat tenaga instan telah dicoba, hingga akhirnya merasa cocok dengan kombinasi terakhir. "Resepnya sederhana saja kok, gampang dipasangnya," sahut Alvin Halim yang didaulat jadi juru bicara NJIA. Langkah pertama yakni menambah perangkat semacam cold air intake yang lebih mereka kenal dengan sebutan SAG (Sun Air Governer).
"Pengaruhnya cukup signifikan, nambah HP-nya ga banyak sih, tapi tarikan bawah cukup berasa, utamanya saat akselerasi," yakin Budi Saputra salah dewan penasihat NJIA yang dianggap sesepuh oleh sebagian anggotanya. Lebih lanjut, Ayah tiga anak ini mengakui bahwa fungsi SAG ini layaknya supercharger versi sederhana.
Yakni, menambah pasokan udara ke ruang pembakaran melalui selang yang masuk ke leher manifold. Kok ditempatkannya di ruang mesin? Jadinya hawa panas dong yang masuk? "Makanya ditempatkannya agak di pinggir," jelas Budi.
Pemasangannya tidak memerlukan dudukan baru (Gbr.1). Cukup memanfaatkan lubang pada dinding ruang mesin yang sudah ada. Kemudian slang yang mengalirkan udara menuju manifold bertemu dengan slang udara dari throttle body. Untuk itu perlu adanya sedikit modifikasi dengan menambah connecting pipe model 'T' yang bertugas memandu keduanya masuk ke leher manifold (Gbr.2).
Untuk ubahan seperti ini sifatnya non-permanen, bisa dikembalikan ke kondisi standarnya. Sebagai tambahan, ditempatkan RPM Sensor yang bertugas mengatur pasokan udara dari selenoid SAG ke manifold (Gbr.3). Selain SAG, ada lagi doping tenaga yang akrab mereka sebut 'Susuk'.
Yang dimaksud dalam arti sebenarnya adalah magnetic carbon yang diyakini berfungsi untuk memperbesar pembakaran api busi (Gbr.4). "Karena kabel busi aftermarket kan sudah enggak bisa diaplikasi lagi di mesin baru seperti Juke ini," tegas Budi.
Alvin yang mewakili sebagian anggota NJIA yang sudah menerapkannya mengatakan, "Di atas 2.000 rpm tenaganya lebih tersentak di Mode Normal," semangat mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Pelita Harapan, Banten ini.
Soal semua perangkat penambah performa di mesin Juke ini, cukup menyiapkan dana sebesar Rp 2 jutaan. Boleh juga!
(mobil.otomotifnet.com)
Pilihan Ban Standar Nissan Juke, Banyak Pilihan Alternatif
JAKARTA - Masih ada yang menarik untuk dibahas dari Nissan Juke selain desain uniknya. Dari beberapa responden yang OTOMOTIF tawarkan untuk menjajal bayi Nissan terbaru ini, diantaranya berfokus pada ban.
Lho kok ban? Ya, selain sudah mengaplikasi diameter 17 inci, perhatian 'test driver' juga tertuju pada ban. Ukuran ban standarnya 215/55/R17, profilnya sedikit lebih tipis di kelas SUV seperti All New Honda CR-V dan New Nissan X-trail.
Pujian datang berkat penggunaan merek Yokohama db E70N, dimana tipe db ini terkenal dengan minimnya tingkat kebisingan yang dihasilkan. Nah, yang perlu berhitung yakni ukuran ban 215/55/R17 seperti ini jika saatnya sudah menipis dan perlu menggantinya dengan yang baru.
"Kalau mau ganti dengan spek dan merek yang sama, harganya enggak murah lho, ini akan jadi tolok ukur konsumen kedepannya," jelas Tonny Susilo, instalatur car audio Sound Motion yang telah menjajal Juke pekan lalu.
Apalagi, tipe dan seri ban Yokohama yang dipakai Juke masih asli buatan Jepang. OTOMOTIF mencoba menelusuri beberapa toko ban di Jakarta secara acak. Hasilnya, tidak terlalu mengkhawatirkan. "Ukurannya enggak susah kok," ungkap Anita, Marketing Manager gerai ban dan pelek Sentra Service Club II (SSC).
Wanita yang mengkomandani lokasi gerai di AXC Kelapa Gading, Jakut ini menyodorkan beberapa pilihan. Memang masih didominasi merek impor, namun sudah terdapat merek lokal yang menawarkan harga terjangkau.
Berdasarkan harga price list, dengan ukuran ban kepunyaan Juke, ada Achilles ATR Sport yang dihargai Rp 1.044.000,-. Bisa dibilang paling murah di ukuran ini. Kemudian beralih ke lokasi lain, ternyata ukuran demikian cukup familiar. Terdapat beberapa merek lain yang menyediakannya.
"(ukuran ini) kebanyakan masih merek impor," ujar Joe Hahn, Asisstant Store Manager gerai pelek dan ban Autostyle yang biasa melayani konsumen penggemar modifikasi. Pria yang bertugas di lokasi gerai di Griya Sunter, Jakut ini menyediakan beberapa pilihan dengan ragam variasi harga.
"Merek lokal enggak kalah bagus kok, kembangannya mirip impor," tambahnya. Bagaimana dengan merek dan seri yang serupa? Untuk Yokohama db seri E70N seperti bawaan Juke memang belum ada. Namun sudah ada merek dan tipe yang sama berbeda seri, yakni Yokohama db seri ES501.
Banderol ban yang juga masih asli made in Japan ini per buahnya dibanderol Rp 2.333.333,- berdasarkan price list per April 2011. Jadi jangan khawatir, sudah banyak kok pilihannya. (mobil.otomotifnet.com)
Lho kok ban? Ya, selain sudah mengaplikasi diameter 17 inci, perhatian 'test driver' juga tertuju pada ban. Ukuran ban standarnya 215/55/R17, profilnya sedikit lebih tipis di kelas SUV seperti All New Honda CR-V dan New Nissan X-trail.
Pujian datang berkat penggunaan merek Yokohama db E70N, dimana tipe db ini terkenal dengan minimnya tingkat kebisingan yang dihasilkan. Nah, yang perlu berhitung yakni ukuran ban 215/55/R17 seperti ini jika saatnya sudah menipis dan perlu menggantinya dengan yang baru.
"Kalau mau ganti dengan spek dan merek yang sama, harganya enggak murah lho, ini akan jadi tolok ukur konsumen kedepannya," jelas Tonny Susilo, instalatur car audio Sound Motion yang telah menjajal Juke pekan lalu.
Apalagi, tipe dan seri ban Yokohama yang dipakai Juke masih asli buatan Jepang. OTOMOTIF mencoba menelusuri beberapa toko ban di Jakarta secara acak. Hasilnya, tidak terlalu mengkhawatirkan. "Ukurannya enggak susah kok," ungkap Anita, Marketing Manager gerai ban dan pelek Sentra Service Club II (SSC).
Wanita yang mengkomandani lokasi gerai di AXC Kelapa Gading, Jakut ini menyodorkan beberapa pilihan. Memang masih didominasi merek impor, namun sudah terdapat merek lokal yang menawarkan harga terjangkau.
Berdasarkan harga price list, dengan ukuran ban kepunyaan Juke, ada Achilles ATR Sport yang dihargai Rp 1.044.000,-. Bisa dibilang paling murah di ukuran ini. Kemudian beralih ke lokasi lain, ternyata ukuran demikian cukup familiar. Terdapat beberapa merek lain yang menyediakannya.
"(ukuran ini) kebanyakan masih merek impor," ujar Joe Hahn, Asisstant Store Manager gerai pelek dan ban Autostyle yang biasa melayani konsumen penggemar modifikasi. Pria yang bertugas di lokasi gerai di Griya Sunter, Jakut ini menyediakan beberapa pilihan dengan ragam variasi harga.
"Merek lokal enggak kalah bagus kok, kembangannya mirip impor," tambahnya. Bagaimana dengan merek dan seri yang serupa? Untuk Yokohama db seri E70N seperti bawaan Juke memang belum ada. Namun sudah ada merek dan tipe yang sama berbeda seri, yakni Yokohama db seri ES501.
Banderol ban yang juga masih asli made in Japan ini per buahnya dibanderol Rp 2.333.333,- berdasarkan price list per April 2011. Jadi jangan khawatir, sudah banyak kok pilihannya. (mobil.otomotifnet.com)
| Merk ban | Harga price list | Berlaku per |
| Goodyear Asurance Fuelmax | Rp 1.406.000,- | Februari 2011 |
| Brigestone Turanza AR | Rp 1.327.000,- | |
| Achilles ATR Sport | Rp 1.044.000,- | |
| Sumber | SSC II, AXC Kelapa Gading Jakut 021-45843207 | |
| Merk ban | Harga price list | Berlaku per |
| Toyo C1S | Rp 1.612.131,- | Mei 2011 |
| Acelera Alpha | Rp 1.376.000,- | Februari 2011 |
| Pirelli P7 | Rp 1.450.000,- | Juli 2010 |
| Yokohama DNA db ES501 (Japan) | Rp 2.333.333,- | April 2011 |
| Sumber | Autostyle, Griya Sunter, Jakut 021-6527180 / 012-65830656 |
Penulis : Anto • Teks Editor : Bagja • Foto : Salim, Anto
Tips Wiper Nissan Juke
Nissan Juke Jika Wiper Mentok, Potensi Bengkok!
JAKARTA - Desain batang wiper Nissan Juke memang dibikin lebih terlindung. Lantaran posisinya sebagian tertutup panel kap mesin (Gbr.1), menyulitkan jika hendak mengganti karet wiper atau untuk membersihkan permukaan kaca depan sebelah bawah saat mobil dicuci.
Menurut analisa Diding Suryadi, kepala mekanik Griya Motor di Lebak Bulus, Jaksel, jika si pemilik enggak berhati-hati saat menegakkan batang wiper dikhawatirkan akan kepentok dan bikin bengkok. "Kalau enggak lihat batangnya tertutup kap mesin dan asal tarik saja, batang wiper bisa bengkok dan berpengaruh saat menghapus air karena posisinya sudah tidak begitu nempel ke kaca," urai pria ramah ini.
Pasalnya jika kedua batang wiper sedikit saja diangkat, akan mentok di pangkal kap mesin. Untuk itu perlu membuka penutup kompartemen mesinnya terlebih dulu. Setelah kap mesin terbuka penuh, batang wiper sebelah kiri baru bisa ditegakkan (Gbr.2) dengan mudah.
Namun sayangnya, batang pembersih kaca sebelah kanan tetap tidak bisa ditegakkan dengan sempurna. Lantaran ujung frame karet wiper-nya masih mentok di sudut kap mesin (Gbr.3). Jangan pernah memaksa menegakkannya, karena pelat dudukan karet wiper bisa menggores cat di balik kap mesin.
Kalau sudah begini, trik paling simpel ketika sedang mencuci mobil, cukup menyelipkan busa (sponge) tebal di bawah batang wiper supaya tidak menggores permukaan kaca.
Jika hendak mengganti karet wiper sebelah kanan, terpaksa harus mengangkat dan menahan batangnya dari depan mobil, dengan kondisi kap mesin terbuka penuh.
Untuk pilihan karet wiper terutama versi aftermarket, sebaiknya sesuaikan dengan ukuran standar. Tersedia dua pilihan, tipe konvensional seperti bawaan mobil serta model frameless (Gbr.4). Harga eceran mulai Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribuan untuk ukuran 14-18 inci. (mobil.otomotifnet.com)
JAKARTA - Desain batang wiper Nissan Juke memang dibikin lebih terlindung. Lantaran posisinya sebagian tertutup panel kap mesin (Gbr.1), menyulitkan jika hendak mengganti karet wiper atau untuk membersihkan permukaan kaca depan sebelah bawah saat mobil dicuci.
Menurut analisa Diding Suryadi, kepala mekanik Griya Motor di Lebak Bulus, Jaksel, jika si pemilik enggak berhati-hati saat menegakkan batang wiper dikhawatirkan akan kepentok dan bikin bengkok. "Kalau enggak lihat batangnya tertutup kap mesin dan asal tarik saja, batang wiper bisa bengkok dan berpengaruh saat menghapus air karena posisinya sudah tidak begitu nempel ke kaca," urai pria ramah ini.
Pasalnya jika kedua batang wiper sedikit saja diangkat, akan mentok di pangkal kap mesin. Untuk itu perlu membuka penutup kompartemen mesinnya terlebih dulu. Setelah kap mesin terbuka penuh, batang wiper sebelah kiri baru bisa ditegakkan (Gbr.2) dengan mudah.
Namun sayangnya, batang pembersih kaca sebelah kanan tetap tidak bisa ditegakkan dengan sempurna. Lantaran ujung frame karet wiper-nya masih mentok di sudut kap mesin (Gbr.3). Jangan pernah memaksa menegakkannya, karena pelat dudukan karet wiper bisa menggores cat di balik kap mesin.
Kalau sudah begini, trik paling simpel ketika sedang mencuci mobil, cukup menyelipkan busa (sponge) tebal di bawah batang wiper supaya tidak menggores permukaan kaca.
Jika hendak mengganti karet wiper sebelah kanan, terpaksa harus mengangkat dan menahan batangnya dari depan mobil, dengan kondisi kap mesin terbuka penuh.
Untuk pilihan karet wiper terutama versi aftermarket, sebaiknya sesuaikan dengan ukuran standar. Tersedia dua pilihan, tipe konvensional seperti bawaan mobil serta model frameless (Gbr.4). Harga eceran mulai Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribuan untuk ukuran 14-18 inci. (mobil.otomotifnet.com)
Upgrade Pelek Nissan Juke, Muat Pelek 22 Inci Lho!
Cocok bagi penggemar modifikasi SUV. "Enak nih buat dipasang pelek gede," respon Agus Wijaya, pemilik All New Honda CR-V bergaya elegan dengan pelek 22 inci. Sebenarnya seberapa muat kapasitas ruang roda Juke untuk dijejali pelek berdiameter besar?
Mari melirik lagi beberapa hasil karya tuning house yang sudah menggarap modifikasi Juke (OTOMOTIF 08/XXI). Impul, satu-satunya tuner Nissan asal Jepang yang pertama kali memodifikasi Juke, berani memasang pelek 19 inci berpadu ban berukuran 245/40/R19.
Sementara Cobra, rumah modifikasi asal Jerman, mematok diameter pelek 19x8,5 inci dengan ban 235/40/R19. Lebih berani lagi, tuner yang biasa menggarap Mercedes Benz dan BMW ini menjejalkan diameter 20x8,5 inci berpadu ban ukuran 255/30/R20.
Paling heboh di forum modifikasi dunia maya, telah beredar beredar foto Juke asal Jepang yang menggunakan pelek gambot Volk Rays TE37 dengan reduksi ketinggian bodi merapat aspal. Bagaimana dengan pendapat modifikator lokal? Amin Sutiono dari gerai pelek dan ban Autostyle sumbang saran.
Hasil ujicoba langsung, ruang roda belakang ternyata sanggup dijejalkan pelek berdiameter maksimal 22 inci dengan lebar 9,5 inci. Balutan ban ukuran 235/30/R22 tampak manis mengisi celah ruang roda yang tersisa. Sementara pada ruang roda depan, cukup dengan lebar pelek maksimal 9 inci saja.
Ukuran ban yang direkomendasikan Amin untuk roda depan yakni 235/30/R22. "Kalo pake lebar ban 255 bisa saja terpasang, tapi engga bisa belok, musti mengakali lagi ruang fender atau minimal copot spakbor plastiknya," jelas pemilik lokasi gerai di Sunter, Jakut ini.

Diamater 20 inci, tetap kekar dan roda masih leluasa bergerak(kiri). Pelek 22 inci tampak padat, rekomendasi aman ban depan pakai ukuran 235/30/R22(kanan).
Apalagi, sport compact crossover ini punya patokan PCD teromol roda yang cukup familiar, 114.3 dengan lima lubang baut. Angka offset pelek +41 juga dapat menjadi rujukan pemilihan outfit roda yang pas. Siapa yang berani duluan? (mobil.otomotifnet.com)
Langganan:
Postingan (Atom)








